GTI-Krisis pertahanan udara Washington biasanya diukur berdasarkan jumlah stok rudal pencegat. Namun, ada kekurangan yang lebih mendasar: formasi, personel terlatih, dan unit yang siap sedia untuk menghadapi krisis berikutnya.
Angkatan Darat memiliki 15 batalion Patriot dan 8 baterai THAAD. Eropa menuntut perlindungan dari ancaman Rusia. CENTCOM terus menempatkan sistem ini untuk menghadapi rudal dan drone Iran. Kawasan Pasifik membutuhkannya untuk Guam, Jepang, Korea Selatan, dan jaringan pangkalan AS yang tersebar luas. Satu batalion Patriot dialokasikan untuk pengujian dan modernisasi. Kini, inisiatif “Golden Dome” menambah wilayah daratan Amerika ke dalam daftar prioritas tersebut.
Sebuah sistem bisa saja tercatat dalam inventaris Washington namun tetap tidak tersedia untuk digunakan. Setelah dikurangi kebutuhan untuk misi rutin, pelatihan, pemeliharaan, dan modernisasi, hampir tidak ada sisa kekuatan untuk menghadapi perang yang tak terduga. Mengirim satu batalion ke wilayah operasi baru berarti harus menariknya dari wilayah lain.
Konflik dengan Iran telah mempercepat penipisan kekuatan ini. Kehadiran militer yang dulunya bersifat rotasi di Timur Tengah kini berubah menjadi komitmen penempatan tetap. Satu batalion Patriot ditarik dari Pasifik ke CENTCOM; langkah ini sekadar memindahkan kerentanan, bukan menghilangkannya. Awak yang seharusnya menjalani siklus penempatan, pemulihan, dan pelatihan justru terjebak dalam siklus penempatan yang hampir tanpa henti.
Penambahan rudal pencegat PAC-3 saja tidak dapat menyelesaikan masalah ini. Rudal bisa diproduksi dan disimpan, namun batalion membutuhkan awak terlatih, teknisi pemeliharaan, perwira, radar, dan struktur komando. Fort Sill adalah satu-satunya pusat pelatihan Angkatan Darat untuk mencetak personel pertahanan udara tambahan, dan fasilitas ini sudah beroperasi sepanjang waktu. Pembentukan unit baru juga mengharuskan pengambilan personel berpengalaman dari formasi yang sudah mengalami tekanan beban kerja tinggi.
Tiga batalion Patriot tambahan dijadwalkan akan dibentuk antara Tahun Anggaran 2029 hingga 2031 dengan biaya sekitar $1,8 miliar per unit. Pada saat itu, unit-unit tersebut mungkin hanya akan menanggung beban kebutuhan yang sudah ada sebelumnya. Washington bisa saja menghabiskan miliaran dolar dan memperbesar kekuatan militer di atas kertas, namun tetap tidak memiliki cadangan kekuatan untuk menghadapi keadaan darurat berikutnya.
Inilah konsekuensi dari postur militer global. Eropa, Timur Tengah, Pasifik, dan daratan AS—semuanya menuntut perlindungan permanen yang harus dipenuhi dari sumber daya terbatas yang sama. Washington memperbanyak pangkalan, aliansi, dan keterlibatan perang lebih cepat daripada kemampuannya membangun kekuatan militer yang diperlukan untuk mempertahankannya.
Krisis berikutnya akan memaksa Pentagon untuk memutuskan wilayah mana yang harus dibiarkan tanpa perlindungan. Jaringan pertahanan udara Amerika kini ibarat permainan cangkang (shell game): setiap kali sistem Patriot dipindahkan untuk menutupi satu celah pertahanan, celah lain justru muncul di tempat yang berbeda.
