GTI-Bayangkan sebuah senjata yang mampu membakar drone musuh dari langit hanya dalam hitungan detik, cukup kecil untuk dibawa dalam ransel, dan biaya operasinya lebih murah dari secangkir kopi. Itulah yang kini dihadirkan China melalui seri Lijian—senjata laser portabel yang mengubah paradigma pertempuran modern.
China baru saja meluncurkan lini terbaru laser anti-drone yang dirancang khusus untuk pasukan garis depan. Bukan sekadar senjata biasa, seri Lijian adalah jawaban atas teror drone murah yang selama ini mengintai prajurit di medan tempur.
Dari Stasioner ke Portabel: Revolusi Bobot dan Daya Hancur
Seri Lijian hadir dalam tiga varian. Lijian-10G yang dipasang tetap mampu menjangkau drone hingga 1.200 meter—jarak yang cukup untuk membuat pilot musuh berpikir dua kali sebelum mendekat. Namun, kejutan sesungguhnya ada pada Lijian II dan Lijian III: dua saudara portabel yang bisa dijinjing seorang prajurit.
Lijian II dengan berat 30 kilogram dan Lijian III yang lebih ringan—hanya 25 kilogram—telah mematahkan anggapan bahwa senjata laser harus besar dan merepotkan. Ketiganya muat dalam tas, terdiri dari tiga komponen utama: pemancar laser, pendingin udara, dan terminal kontrol genggam. Satu prajurit bisa membawanya, satu regu bisa dilindungi.
Empat Detik untuk Membakar, Lima Detik untuk Bersiap Lagi
Inilah angka-angka yang membuat musuh bergidik: Lijian III mampu membakar drone dalam waktu 4 detik. Setelah itu, hanya butuh kurang dari 5 detik untuk mendinginkan senjata sebelum tembakan berikutnya. Dengan sudut kemiringan lebih dari 90 derajat, laser ini bisa menghantam drone dari segala arah—tidak ada sudut mati bagi musuh.
Kecerdasan Buatan yang Haus Drone
Lebih mengerikan lagi, sistem ini dipersenjatai kecerdasan buatan yang mampu mengidentifikasi target secara otomatis. Dipandu radar eksternal, Lijian bisa menyerang drone yang memasuki jangkauannya tanpa perlu menunggu perintah manusia. Seperti elang yang tak pernah memejamkan mata, Lijian terus mengawang, menanti mangsa.
Murah, Efektif, dan Mengubah Aturan Main
Selama ini, melawan drone murah dengan rudal bahu tradisional ibarat membunuh nyamuk dengan meriam—biayanya selangit. Dengan laser Lijian, biaya per tembakan jauh lebih rendah. Tidak ada peluru yang meleset, tidak ada rudal yang terbuang. Hanya cahaya yang membakar, diam-diam mematikan.
Di tingkat regu dan peleton, Lijian menjadi tameng tak kasat mata—sepasang mata api yang siap menyambar setiap ancaman dari udara. China telah mengubah medan perang. Kini, pertanyaannya: siapa yang berani menerbangkan drone di hadapan Lijian?
